Celurit..siapa sih yang kagak tau barang ini…Golok yang dibuat membungkuk ini pasti hampir semua Petani memakainya (Kecuali Petani Bonsai) Begitu juga ketika orang di tanya, senjata khas mana sih celurit itu atau istilah garangnya Carok? Pasti semuanya bakalan ngejawab Madura, mungkin cuma orang-orangan sawah yang ngira Celurit itu sebangsa Jajanan Ngabuburit di bulan Ramadhan #ngasal. Celurit memang tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Madura, Jawa Timur.
Senjata tajam yang berbentuk melengkung ini begitu melegenda. Sejak dahulu kala hingga sekarang, hampir setiap orang di Tanah Air mengenal senjata khas etnis Madura ini. Saking populernya, celurit kerap diidentikkan dengan berbagai tindak kriminal. Bahkan celurit juga digunakan oleh massa saat terjadi kerusuhan maupun demonstrasi di pelosok Nusantara untuk menakuti lawannya. Well..kali ini ane gak ngebahas Masalah Per-celuritan, tapi Pulau dimana Celurit itu Pertama kali di buat, yap..Madura, siapa sih di Republik ini yang gak pernah denger daerah ini, bagaimana tidak hampir di seluruh Pelosok Negeri ini terdapat keturunan Madura, basis Madura dimana-mana, dari Pedagang kaki lima sampai Pengusaha atau Direktur pun hampir pasti ada.
Boleh jadi, begitu mendengar kata Madura, dalam benak sebagian orang bakal terbayang alam yang tandus, wajah yang keras dan perilaku menakutkan. Kesan itu seolah menjadi benar tatkala muncul kasus-kasus kekerasan yang menggunakan celurit dengan pelaku utamanya orang Madura. Bagi kebanyakan orang luar yang pengetahuannya tentang orang Madura hanya diperoleh melalui bacaan-bacaan dari buku-buku atau dari cerita-cerita orang lain, predikat orang Madura keras diyakini begitu saja.
Tidak pernah terbesit dalam pikiran mereka tentang hal sebaliknya. Bahkan karena keyakinannya itu, mereka kemudian merasa tidak berani mengunjungi pulau Madura. Lebih tragis lagi, mereka tidak mau berinteraksi dengan orang Madura. Kalaupun ada kemauan untuk itu, mereka paling harus berpikir seribu kali sebelumnya. Mungkin itu juga kali yang ada dalam benak ane sebelum mengunjungi Pulau Eksotik ini Hehehe…
Untuk ke dua kalinya ane singgah di Pulau ini, Masih seger di Ingatan ini dua Tahun lalu Pertama kali ke Madura buat Ngadain penelitian Project dari kampus, seperti Newbie lainya mungkin yang pertama kali singgah di tempat ini, baawaannya selalu waspada tiap ketemu orang (paranoid berlebihan) Stigma negatif yang di bangun dunia pertelevisian berhasil membuat pandangan buruk terhadap orang Madura semakin menjadi-jadi.
Semua itu seakan Sirna setelah ane mendapat sambutan hangat dari keluarga temen ane @Dasla_Taji bahkan Masyarakat sekitar-pun ketika ane Ngelakuin Penelitian di Daerah Torjun bener-bener sangat ramah, meskipun ane Ngerasa berada di Planet lain ( Bahasa yang gak satu katapun bisa ane Fahamin) tapi sangat tau kalau beberapa orang yang lewat saat kita sibuk Ngangkutin batu Berkarung-karung kedalam bagasi mobil buat dibawa ke Laboratorium di kampus bermaksud menyapa kami (say hello) dan sekedar berucap “Mari mas..” (dalam bahasa madura) bener-bener bukan masyarakat yang apatis dan sangat humble.
Back to Topic, Kali ini Ke Madura Murni buat Liburan gak ada embel-embel Kampus buat Penelitian bla bla bla.. he3. Persinggahan di Pulau Eksotik kali ini berawal dari Ajakan temen buat Main kerumahnye tepatnya di Sumenep (Kabupaten paling Utara di Pulau Madura) udah dari Jaman kuliah dulu emang niatan pengen Main kerumahnya @Randy_wu tapi gak pernah kesampaian, sampai akhirnya kita di pertemukan kembali di Kota Pahlawan, akhirnya terjadilah rencana yang sempat tertunda itu Cap cuz..lah kita berangkat pukul 3 sore. Hampir tidak ada perubahan berarti dari Jembatan Suramadu Semenjak 2 tahun lalu ane lewati jembatan ini, Masih ketara banget pembangunannya yang enggak menyeluruh.
Sangat kontras sekali membandingkan Suramadu dari Sisi Surabaya dan Madura, Taman-taman yang Indah dan bunga yang beraneka ragam mempercantik Perjalanan pada saat Melewati Suramadu dari sisi Surabaya, dan Apabila sudah memasuki Wilayah Madura akses menuju jalan kesana memang kalau malam terasa gelap karena tidak ada akses penerangan sama sekali dan di perparah tampak disamping kanan kiri jalan raya berjejer PKL (Pedagang kaki lima) yang terkesan tidak tertata dan hanya sedikit sekali tanaman hijau menghiasi jalan itu. Sudah Semestinya bapak Gubernur memikirkan hal sekecil ini, bagaimanapun juga dengan wajah yang “cantik” membuat semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Pulau ini. Bukankah orang akan semakin senang kalau kelihatan good looking
Lebih seneng liat orang cakep kan, supaya gak bosen, bener gak yess ?
Memang Perjalanan yang melelahkan karena memakan waktu 3 jam lebih..Kalau enggak Bulan Ramadhan mungkin saat Ngelewatin “BEBEK BINJAY ” di Bangkalan Yang terkenal kedasyatannya itu udah pasti Ngetem disitu dah…sayangnya baru jam 4 Sore saat lewat situ, alahasil cuman dikasih baunya aje dari Jalan…oh god save my Stomacth
. Pukul 17.30 Kita udah sampe di Sampang…sempet foto Unyuu-unyuuan sebentar buat nikmatin Indahnya Sunset sebelum kita berbuka ato lebih tepatnya mengobati tenggorokan yang kering dengan Segelas Larutan Penyegar cap kaki lima
yang sempet di beli di Warung tadi.
Pukul 18.15 sampailah dirumah kediaman @Randy_wu… Makan ikan Pindang ama sambel asli Madura bener-bener nikmat banget ditambah dengan Keluarga yang sangat hangat, meskipun lagi-lagi ane kaya orang terdampar di Planet lain saat keluarga ini Bicara (Bahasa Maduranya Cepet banget bos) Memang sih, nada bicara orang Madura itu tinggi bahkan terkesan agak kasar, tapi sebenarnya mereka Bicara seperti itu suatu hal yang wajar di daerah mereka, cara seperti ini sangat berbeda dengan orang Jawa yang terkenal kelembutannya itu, mungkin karena Pengaruh kebudayaannya juga kali ya..seperti keseniannya (contoh: kerapan sapi) agak kasar, makanannya juga keras (ah, yang ini ngawur) jadi wajar aja orang Jawa yang baru pertama kali mengenal orang Madura pasti beranggapan kalo Madurais ( Sebutan Unyuu buat orang Madura) sangat kasar.
Hari kedua Di Pulau eksotik ini tentunya enggak nyia-nyiain buat Nyamperin Pantai “Slopeng” yang cuman berjarak 3km dari rumah temen ane, emang agak aneh menyebut nama Pantai ini ane kira Slopeng sejenis Jajanan seperti Sekoteng atau Wedang Ronde
. Tapi Hendaknya berkaca kembali pada pelajaran Sekolah dasar yang sering kita denger ”Don’t look book Just from the Cover” (Ane bingung dengan peribahasa ini, lha bagaimana kalo bukunya kita beli di Gramedia trus bukunya di bungkus Plastik, gak mungkin kan kita langsung rusak plastiknya tanpa ngelihat covernya dulu :nooffence) tapi ada benarnya juga sih.. emang nama Slopeng terlalu mahal buat gambarin keindahan Pantai ini..bener-bener sebuah pantai yang bersih, pasir putih dan kuningpun terhampar dimana-mana..hampir tidak ada tangan-tangan jahil yang merusak fasilitas di Pantai ini.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Dari Pasir Putih, Pasir yang berwarna Kuning sampai Pasir Berbisik eh Pasir silika yang berwarna Hitampun ada di Pantai ini, sungguh karunia tuhan yang perlu kita jaga.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Sedikit gambaran secuil Surga ciptaan tuhan ini, Pantai Slopeng ini adalah pantai yang memiliki pasir putih agak kuning-kekuningan, Pantai ini dihiasi dengan pepohonan semacam palem (Kata Masayakat madura adalah pohon TAREBUNG) menghiasi pesisir pantainya. Lautnya berwarna hijau kebiru-biruan dengan disemarakkan oleh puluhan perahu nelayan yang melempar sauh ditengah sana membuat suasana semakin indah. Garis pantainya sangat panjang sebenarnya, sepanjang lintasan didaerah ini. Namun yang dikelola hanya sekitar 1 km. Dan suasana semakin menyentuh kalbu disaat matahari sore sudah hampir merangkul garis cakrawala. Keindahan yang disuguhkan Pantai Slopeng tidak kalah menawannya dengan Pantai Kuta, Bali.
Sayang sekali potensi wisata Pantai Slopeng belum dikelola secara profesional, sehingga keberadaannya belum bisa menarik perhatian wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Kata temen ane sih..dulu tahun 90an banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Pantai ini, tapi karena seringnya Terjadi kasus pencurian barang-barang wisatawan oleh oknum yang enggak bertanggung jawab dan diperparah kurangnya tingkat keamanan di Pantai ini sehingga membuat Wisatawan Mancanegara tidak sebanyak dulu yang berkunjung kesini, Jika kawasan wisata ini bisa dikelola secara maksimal, tentunya akan berimbas pada naiknya devisa negara. Pemerintah diharapkan agar pihak swasta juga ikut mengembangkan potensi wisata agar bisa memberi tambahan untuk mengisi kas daerah. well meskipun ada sedikit trouble pas pulang kembali ke Jawa tapi overall sungguh beruntung bisa berkunjung di Pulau Eksotik ini, dan tentunya semakin menambah kecintaanku terhadap Madura. ( Recommended lah gan pokoe)













































